Mading, Matung, Mabok

KBMN 31 Temu ke 7 

Bunda Nur Dwi Yanti biasa dikenal dengan sebutan bunda NDY dan bunda Widya Setianingsih atau bunda WS adalah teman sejati. Teman sehati dan teman sehidup semati, insyaallah.

Dua jelita ini, bak pinang dibelah dua. Sama-sama cantik, sama-sama berilmu, sama-sama piawai dalam menghipnotis para calon penulis, tak terkecuali aku.

Sejak keikutsertaan ku di KBMN 28, sampai malam ini, keduanya selalu tampil berdua dan sangat mampu menjadi pemantik suasana dengan syair-syair indahnya. Sehingga tak ayal, seluruh peserta terbuai oleh rayuan ilmiahnya.

Rayuan maut yang bikin dada cenut-cenut. Rayuan gombal yang bikin kepala terpental. Rayuan hipno, yang bikin mulut tak bicara No.

Ya... keduanya memang primadona di KBMN. 

Materi kali ini menjelaskan bagaimana tata cara dan tata kelola membuat MADING. bagaimana menghadapi kendala dan kesulitan yang dihadapi oleh tiap sekolah dan guru yang terlibat, bagaimana pula membangun sinergi kebersamaan dalam menuju sebuah mimpi indah dan besar.

Semua teori sudah tumplek blek dalam catatan panjang di WAG. Tinggal semua peserta meng interprestasi kan di masing-masing sekolah mereka.

Dalam judul aku tulis MADING, MATUNG, dan MABUK. eit ...jangan melotot.... 

MADING adalah sekumpulan tulisan yang diletakkan di dinding dan dibingkai secara rapi. Dengan tujuan, semua siswa dapat membaca dan menambah pengetahuan darinya.

MATUNG adalah Majalah gantung. Majalah ini jarang bahkan tidak pernah dilakukan oleh kelompok siswa SMP, SMA bahkan di perguruan tinggi. 

Majalah gantung, selalu ada dan hadir di kelas Kelompok Bermain, (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Majalah ini berbeda bentuk dengan majalah kebanyakan yang berisi tulisan-tulisan yang membosankan. Majalah gantung selalu berisi gambar-gambar menarik yang dibuat sedemikian rupa, sebagai informasi awal kepada para peserta didik, meskipun sang kreator terkadang lupa akan peran MATUNG ini. Mereka menganggap bahwa sekumpulan gambar yang tergantung di kelas, hanya sekedar gambar sebagai alat penyemangat belajar anak Usia dini.

Padahal kalau ditarik kebelakang, info awal ini penting, agar anak tidak sekedar betah di kelas, melainkan mendapat asupan ilmu dari sejumlah gambar yang menggantung diatas kepala nya.

MABUK adalah Majalah Buku. Sebuah kumpulan tulisan yang di setting untuk konsumsi para remaja dan orang dewasa. 
Didalamnya penuh dengan narasi-narasi panjang yang sering membosankan. Kalau ada gambar, itu hanya sebagai pendukung.

Mading, Matung dan Mabuk di era digital ini, sudah mulai pudar. Anak usia dini,remaja dan dewasa lebih suka main gadget, tablet, dan game. Yang kesemuanya tersaji sangat menarik. Tinggal klik tombol yang diinginkan, muncullah apa yang diimpikan.

Bagaimana peran guru ? Harus piawai dalam menggiring mainset mereka untuk kembali mencintai MEMBACA . 
Bagaimana peran orang tua? Harus mampu memberi contoh dan teladan yang bagus dalam menumbuh kembangkan minat baca sesuai anjuran agama. "Iqra"
Agar ketika sebuah tuntutan mengharuskan mereka membaca, kepalanya tidak pusing tujuh keliling. Dadanya tidak meletup-letup seperti bara api yang membakar. Agar mata dan pikiran mampu fokus untuk mencari informasi yang kadang tersirat dalam sebuah narasi panjang.

#salan literasi 

Sambi Bulu, 13 Mei 2024
Musiroh Muki 
 

Komentar

  1. Keren bu tulisan resume bagus. Lanjutkan

    BalasHapus
  2. Kalau saya dulu nyebutnya MABOK alias Majalah Tembok, rangkuman yang menarik. Lanjutkan

    BalasHapus
  3. Tulisan yang bagus, keren dan enak dibaca, top markotov, lain dari yg lain, amazing.....

    BalasHapus
  4. Tulisan yg bagus, keren dan bahasanya enak dibaca...

    BalasHapus

Posting Komentar