Postingan

Bisakah Aku Bertahan?

Gambar
Bisakah Aku Bertahan ? Short story By Musiroh Muki  Pagi ini tampak Mirna berjalan agak gontai. Putri satu-satunya si *Centil* mengekor disampingnya seakan tidak mau lepas dari ibunya. Sesekali dia menatap wajah sendu dan murung dihadapannya. " bu...kenapa hari ini ibu tidak semangat ? begitu pertanyaan yang terlontar secara tak sengaja. Mirna diam, tak ada gairah untuk menjawab pertanyaan putri semata wayangnya. Dia cuma melirik sambil menatap wajah sang bocah.  " kasihan kamu nak, se kecil ini sudah harus menderita "begitu lirih Mirna dalam hati. Sejak suaminya meninggal, Mirna tampak semakin kurus, keceriaan yang dulu seperti sirna tertelan waktu. Wajahnya yang manis, tak lagi tampak. Senyumnya yang anggun, seolah berganti penuh kepiluan. Matanya sering menatap kosong dan pikiran nya tak lagi fokus bagaimana ia harus melangkah selanjutnya. Sebagai buruh pabrik rendahan, gajinya tak lagi cukup untuk membeli sembako sebagai kebutuhan pokok. Semua serba naik pikirnya . ...

Membuat Puisi itu Tidak Mudah

Gambar
KBMN 31. TM ke 25 Juli 17th, 2024 Tema ; Menulis Puisi  Moderator; Widya Arema  Nara Sumber; Dr.Hj. E. Hasanah M.Pd Pada judul tulisan ku kali ini, ada kesan kesulitan, keruwetan, dan ke ke yang lain. Menulis Puisi itu Tidak Mudah.  Aku   ingin mengajak semua pembaca untuk mencoba mengubah mainstream tentang kemudahan didalam penulisan puisi. Selain membutuhkan kepiawaian didalam memilih kosa kata, juga dibutuhkan kejelian keterkaitan makna antara bait satu dengan lainnya. Jika puisi ditulis atas nama sastra ansich, tidak mungkin pesan tersurat dan tersirat bisa sampai kepada pembaca. Bahkan acap kali terjadi kebingungan dan ke tidak tertarikan terhadap puisi itu sendiri. Karenanya, para penulis puisi, harus juga memikirkan siapa calon pembaca puisi itu. Agar isi dan tujuan terkandung, bisa sampai kepada pembaca. Pengertian Puisi ; Nara sumber memberi beberapa catatan kecil tentang pengertian puisi. Dalam gambar diatas, dibahas tentang per sajak an. Ada 5 poin penti...

Demi Sang Suami

Gambar
  Minggu Memoar; Jam sudah menunjuk angka 8.15.  Aku bersama 3 keponakan ku bersiap-siap untuk meluncur ke sebuah desa umbul timun Lampung.  Dengan bekal tali silaturahmi yang kuat, aku berangkat, walau tubuh yang renta ini sesungguhnya tak memiliki kekuatan penuh untuk menempuh perjalanan berjarak 35 kilometer dari dusun adik iparku, dengan mengendarai sepeda motor tua yang tak terawat. Medan berat ku tempuh. Dengan melintasi empat desa, kami berlima berangkat penuh bahagia. Kasih sayang yang tulus dari saudara ipar yang paling tua, membuat ku pantang menyerah melewati lika-liku jalan panjang bergelombang penuh bebatuan yang kadang menanjak, dan tiba-tiba turun meluncur seperti air terjun. Subhanallah... Aku menikmati pemandangan alam yang luar biasa indahnya... Batu-batu yang tertata di jalan tak ber aspal, sungguh membuat tulang punggung ini serasa copot seperti kerangka tengkorak yang sudah rapuh. Aku juga bisa menyaksikan hutan karet yang berjajar di sepanjang jalan...
Gambar
Sambal Goreng KARI ,(Kacang dan Teri) ala Chef Rumahan  By Musiroh Muki  Dok. Om Jay  Menjadi kaum emak-emak memang tidak mudah, seluruh keluarga menuntut harus serba bisa.  Mau tidak mau, si emak harus belajar dan terus belajar. Dari urusan sumur, kasur dan dapur, emak-emak dituntut piawai. Agar seisi rumah tidak ada yang kecewa.  Urusan sumur dan kasur, adalah masalah privasi yang bisa saja diselesaikan sendiri tanpa banyak basa-basi. Urusan dapur, urusan yang paling ruwet, ribet dan bikin mumet. Apalagi kalau seisi rumah selera ternyata tidak sama. Sungguh, bikin pusing kepala. Ini hari Minggu, hari free bagi anak-anak ku. Akulah yang harus menunjukkan bagaimana merawat rumah agar tetap asri dan indah. Tidak hanya dipandang mata, tetapi juga dirasakan oleh hati semua keluarga. Jam sudah menunjuk angka 6.30, ada 30 menit aku harus menyelesaikan urusan dapur. Sialnya, pagi ini bi inah si penjual sayur keliling, libur. Di kulkas ternyata cuma ada sisa teri putih...

Haruskah Hati Terlibat dalam Kepenulisan?

Gambar
Sekilas judul pertemuan ke 9 KBMN ke 31 ini perlu dipertanyakan jika tak bisa memahami akan maksud dan tujuan layer yang menjadi background percakapan malam ini. Widya Arema, bukanlah perempuan biasa yang apabila muncul dalam sebuah pertemuan tidak memiliki segudang teka-teki untuk para penikmat WAG KBMN. Dia memang memiliki kepiawaian dalam mengelola kata menjadi kalimat yang bikin jantung deg-degan. Tentu itu bagian dari tugas seorang moderator untuk memancing keluar semua penghuni WAG KBMN 31. Perempuan cantik dengan senyum manis malam ini menemani sang nara sumber yang tak kalah juga didalam mengecoh para peserta. Bunda Mutmainah. Sungguh, ini sebuah kolaborasi yang indah. Sebuah catatan kecil mengawali bunda Widya dalam pertemuan via WAG selama 2 jam.  Bacalah kutipan berikut ini.  Apa yang kita rasakan?  Semua indera dan perasaan seolah terlibat.  Inilah salah satu kelebihan menulis dengan hati.  Apa itu?  Bagaimana caranya?  Malam ini kita akan...

Menulis di PMM Apa Manfaatnya ?

Gambar
  Temu ke 8 KBMN 31  Menyoal menulis di platform PMM, harus diakui tidak semua guru mampu. Apalagi bagi para guru yang kurang melek IT. Menulis di platform bergengsi ini, harus ekstra hati-hati dan memiliki skill yang tinggi. Kenapa? Tidak hanya seribu guru yang akan membaca tulisan itu, melainkan jutaan guru yang mungkin  hadir dan sengaja mampir untuk sekedar membaca atau bahkan menelaah pemikiran kita yang tertuang di PMM. Malam ini, dua Srikandi KBMN, adakan temu muka lewat channel zoom yang sangat luar biasa. Bunda Lely sang moderator dan bunda Helwiyah sang nara sumber. Keduanya mampu menghipnotis sejumlah peserta yang hadir. Mampu juga menggiring ke arah keinginan untuk mendapat sesuatu. Inilah daya tarik dua putri idola KBMN 31 malam ini. Sebelum masuk terlalu jauh pada pemaparan materi temu ke 8 ini, ada baiknya kita mengetahui apakah tujuan menulis di PMM versi mba google? Dan manfaat apa yang diperoleh dari menulis di platform PMM?.  Selanjutnya, akan kita...

Estetika Kognitif

Gambar
Seorang teman di WAG mengirimkan buah pemikirannya dalam bentuk yang sangat indah dan komunikatif. Aku mencoba menyalin tulisan itu, dengan model komparatif antara pemikirannya dengan pemahaman yang aku punya. Semoga menjadi perkawinan pemikiran yang elok. Begini bunyi WA nya ; "Beberapa hari lalu ketika berdialog dengan Pak Rizal Founder GSM di rumahnya, ada satu istilah menarik yang beliau sampaikan yaitu estetika kognitif . Teori estetika kognitif mengungkap bagaimana keindahan pengetahuan  dapat dihayati melalui proses mental yang mendalam. Kita mengenal pendahulu kita seperti KH. Agus Salim, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asari, Ki Hajar Dewantara, dan masih banyak intelektual² lainya. Menggabungkan wawasan dari psikologi dan ilmu saraf, teori ini menyoroti bahwa keindahan itu bukan hanya apa yang terlihat mata, tetapi juga bagaimana pikiran kita memproses dan menafsirkan informasi tersebut. Ini berarti bahwa pengalaman estetika bisa terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk mela...