Selamat Datang Desember


    Di setiap akhir tahun, selalu ditandai dengan bulan bernama DESEMBER. tak terkecuali bulan ini. Desember selalu dianggap memiliki sejuta kenangan indah bagi beberapa orang. meski bagi beberapa yang lain, Desember tak memiliki arti yang signifikan dalam perjalanan cerita hidup mereka, tak terkecuali aku. 

    Desember selalu memberi energi, baik positif maupun negatif. Desember memiliki banyak rencana untuk mereka yang sudah memiliki rencana. Desember akan selalu menjadi sebuah patokan perubahan buat seseorang. Desember bisa mendatangkan hal-hal tak terduga bagi siapapun. 
Pagi ini, udara terasa sejuk, se sejuk hatiku. Angin semilir membelai tubuh, menerobos relung kalbu, menoreh kan untaian kata-kata indah dan kalimat-kalimat syahdu.

"Selamat pagi bunda......." sapa anak tunggal ku. "tumben pagi-pagi bunda sudah standby di depan komputer...? hmmmm....aku tahu niiihhh....pasti bunda dapat inspirasi untuk menulis lagi ...." celoteh Si Boy, anak sulungku. "kamu tahu aja" jawabku pendek. Boy memang selalu memantau semua kegiatan ku. Boy selalu menjadi sumber inspirasi ku. ada saja akalnya untuk membuat bundanya bahagia. kadang dia suka bertingkah lucu. kadang dia ber acting seperti sedang memiliki masalah besar yang tak bisa di selesaikan. Kadang dia acuh, tidak mau tahu urusan orang lain. Dia memang menyebalkan.
Kehadiran anak pertama ku 23 tahun yang lalu, bertepatan dengan bulan desember, 10 tahun setelah pernikahan ku. Saat itu, aku nyaris putus asa, tahun pertama, masih tidak ada beban walau belum ada tanda-tanda kehamilan. memasuki tahun ke dua, ke tiga sampai tahun ke sembilan dari pernikahan ku. suasana mulai berubah. orang-orang ketiga mulai ikut campur atas perjalanan pernikahan ku. ada yang menyarankan suami untuk menikah lagi, ada yang menyarankan cerai dengan alasan aku perempuan mandul. Aku memang tidak pernah meminta suami untuk periksa ke dokter, setelah aku secara diam-diam memeriksakan kesehatan kandungan ku, dan aku dinyatakan sehat. aku tetap berusaha menerima kondisi suamiku yang masih penuh tanda tanya. aku tidak ingin menyinggung perasaannya.

Perjalanan waktu, kadang memang menjemukan. sejak tes kesehatan kandungan ku dinyatakan sehat, aku mulai berusaha mencari aktivitas baru. beberapa teman sempat aku hubungi, aku tanyakan adakah pekerjaan yang bisa ku lakukan dari rumah dan tidak mengganggu aktivitas ku di rumah...?. beberapa teman keheranan kenapa aku sampai bertanya seperti itu. aku berusaha untuk tidak menceritakan hal yang sebenarnya, aku tidak ingin teman-temanku ber asumsi yang tidak-tidak. Semua ku lalui dengan pikiran dan perasaan ku sendiri. 

Boy sudah berusia 23 tahun, dia bukanlah anak yang hebat dalam pandangan orang lain. dia hanya lulus sekolah menengah pertama, itu pun ijazah nya paket. lepas dari sekolah dasar, dia minta mondok. ngaji dan nyantri ke pesantren di desa. tidak ada seragam abu-abu yang dia miliki, tidak ada ijazah sma yang dia punya. apalagi gelar sarjana, semua tidak ada. sebagai seorang ibu aku tetap bangga padanya. Dia masih punya air mata dan hati untuk ibunya. dia selalu menjadi penghibur saat aku tampak sedih. dia menjadi koki saat aku enggan ke dapur karena kurang sehat. dia selalu siap menjadi pelayan kedua orang tuanya. 

Boy tergolong anak biasa. tidak cerdas seperti teman-temannya, meski pandai bergaul, dia bukan anak yang hebat yang mampu mempengaruhi teman-temannya. dia hanya punya hati dan simpati saat temannya butuh perhatian. inilah kelemahan Boy. rasa simpati yang dalam, sering di salah gunakan oleh teman-temannya. Boy sering dimanfaatkan. kondisi seperti inilah yang nyaris membuatku shock. aku jadi sering uring-uringan saat Boy pulang larut malam entah darimana tak jelas arah nya. meski aku selalu di ingatkan sang ayah untuk tidak terlalu negative thinking.

Desember 2023. anakku satu-satunya telah dewasa. dia telah bisa memilih jalan hidupnya. dia telah mampu menentukan arah tujuannya. aku bangga padanya. 


Sabtu, Desember 9th 2023
musiroh muki



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bisakah Aku Bertahan?

Membuat Puisi itu Tidak Mudah

Menulis di PMM Apa Manfaatnya ?