Haruskah Hati Terlibat dalam Kepenulisan?
Sekilas judul pertemuan ke 9 KBMN ke 31 ini perlu dipertanyakan jika tak bisa memahami akan maksud dan tujuan layer yang menjadi background percakapan malam ini.
Widya Arema, bukanlah perempuan biasa yang apabila muncul dalam sebuah pertemuan tidak memiliki segudang teka-teki untuk para penikmat WAG KBMN.
Dia memang memiliki kepiawaian dalam mengelola kata menjadi kalimat yang bikin jantung deg-degan. Tentu itu bagian dari tugas seorang moderator untuk memancing keluar semua penghuni WAG KBMN 31.
Perempuan cantik dengan senyum manis malam ini menemani sang nara sumber yang tak kalah juga didalam mengecoh para peserta. Bunda Mutmainah. Sungguh, ini sebuah kolaborasi yang indah.
Sebuah catatan kecil mengawali bunda Widya dalam pertemuan via WAG selama 2 jam.
Bacalah kutipan berikut ini.
Apa yang kita rasakan?
Semua indera dan perasaan seolah terlibat.
Inilah salah satu kelebihan menulis dengan hati.
Apa itu?
Bagaimana caranya?
Malam ini kita akan kupas tuntas di kelas KBMN.
Sederet pertanyaan inilah yang membuat semua peserta penasaran. Sehingga dalam kondisi apapun seluruh penghuni KBMN 31 muncul dan menyimak seluruh rangkaian penjelasan nara sumber.
Untaian kata kadang membuat kita terbang merotasi udara.
Seuntai kata, kadang membuat rona merah di wajah.
Seuntai kata kadang bisa membuat kita jatuh cinta.
Tapi..
Seuntai kata bisa juga membuat kita terpuruk jatuh tak berdaya.
Begitu lanjutnya.
Kata tersusun menjadi kalimat dengan pilihan diksi yang memikat, membuat seluruh peserta KBMN 31 betah duduk manis menyimak selama hampir lebih kurang 2 jam.
Menulis dengan hati ???
Ada 8 kata kunci yang diberikan Nara sumber agar tulisan seorang penulis mampu menerobos kalbu pembaca, al ; pelibatan emosi, panca indra, penulisan sesuatu yang disukai, hindari dan minimalisir berharap pujian, siapa sasaran yang di incar dan lakukan sesuatu objek incaran, baca dan baca, jujur serta konsisten.
Dia telah merinci 8 hal pokok tersebut. Dia juga sesekali mengutip beberapa pendapat tokoh besar didalam menjelaskan perihal itu.
Disamping memberi 8 kata kunci pokok didalam proses menulis bagi para penulis, diapun menjelaskan beberapa manfaat dari MENULIS DENGAN HATI.
menurutnya, ada 3 manfaat yang bisa didapat jika ke 8 rumus itu dapat dilaksanakan.
1. Tulisan akan lebih menyentuh para pembaca.
2. Cerita lebih nyata.
3. Lebih mudah menyusun cerita.
Selanjutnya, Nara sumber menutup materi dengan memberi tantangan kepada semua peserta untuk mengamati sebuah foto tentang seorang anak yang terpaksa tidur di dekat gelas plastik yang dijadikan tempat uang saat dia mengemis.
Sejumlah respon luar biasa. Muncul beragam opini terbuka, sehingga suasana WAG tampak semakin hidup.
Sambi Bulu, 20 Mei 2024
Musiroh Muki

Kok kayak kurang ya bun tulisanya ini saya membacanya belum menemukan 8 poinnya. Semangat lagi nulisnya
BalasHapus